Friday, August 18, 2017

PENOLAKAN SILSILAH SAYYID ABU DZARRIN ?

aneh, sekali lagi sungguh aneh jika ada orang yang tiba2 merasa paling benar atas segala penemuan dan penelitiannya. seakan lakonan dan perjalanan sejarah bisa dia rubah dan ganti dengan aturan dan omongannya. dan ternyata memang ada org seperti itu . sejarah dan silsilah memang harus digali dan dicari tanpa batasan waktu. katakanlah saat ini kita sedang membahas sebuah runtutan silsilah. dalam hal ini aku contohkan saja silsilah sayyid abu dzarrin pasuruan.



banyak yang menanyakan ke-absahan silsilah beliau itu . bahkan dengan beraninya ada yang menolak bahwa sayyid abu dzarrin tak bisa dimasukkan ke qabilah basyaiban . namun aku maklum dengan fenomena itu asal dengan cara yg baik dan punya tatakrama .

kita semua pasti setuju , meski silsilah bukan untuk dibuat kebanggaan , namun itu adalah jati diri dan martabat keluarga . apa jadinya jika jatidiri kita dipertanyakan dengan sebuah pertanyaan yg meragukan terhadap apa yg kita miliki ?. sebenarnya kalau ingin tahu jalur urutan silsilah dari orang lain dg tanpa menyinggung perasaan itu mudah . basa basilah dulu .. nanti jika keadaan memungkinkan , baru lah atur pembicaraan kearah yg dia mau .j angan baru kenal langsung bertanya 'kamu anak siapa ?' . atau kamu kok pakai nama dg fam ' basyaiban ' itu dari mana ? ...

lho ? orang ini maunya apa sih ? kok ngga' basa basi dulu langsung nanya kaya' gitu . apa ngga' pernah belajar tatakrama ya ? sedangkan nabi saja sangat hati2 ketika berbicara dg orang yg beliau kenal . kalau kita merasa anak keturunan nabi , kenapa kita ngga' meniru kehalusan pekerti beliau ? . 5 orang teman2 yg berada disampingku ( sesama fam basyaiban ), saat melihat pertanyaan orang itu yg dg tiba2 dan tanpa basa basi langsung pada bilang :

" yo wes ... koen dewe sing basyaiban sing sah ... sayyid-e pek-pek'en dewe .. " ( ya sudah ..kamu sendiri yang basyaiban yg sah ... sayyidnya ambil saja sendirian ).

banyak yang menanyakan padaku tentang silsilah sayyid abu dzarrin . dan hampir semuanya berakhir dengan baik-baik dan tak ada menvonis . kalaupun menolak itu dengan cara halus dan tak menyinggung perasaan . nah , ini betul2 pekerti nabi yg mereka pakai . bagaimanapun juga sebuah kebenaran dari kita itu tidaklah mutlak . kita masih banyak terisi oleh nafsu dan cinta duniawi .

jadi , semua sepakat ... kebenaran mutlak itu dari Allah . jadi sudah yakinkah orang itu dengan kesalahan silsilah sayyid abu dzarrin menurut Allah ? ... lho kok langsung menurut Allah ? kan silsilah itu adalah sebuah urutan sejarah .. apalagi sudah ratusan tahun yg lalu .. jadi jelas banyak kontrofersi atau khilaf disitu . baik tahun , nama atau keturunannya . bahkan ketika dicari dikitab2 nasab tak tercatat ( ingat ! tak tercatat itu bukan satu kepastian bukan dzurriat nabi ). nah kalau gitu cuma Allah saja yg tahu persis . contoh sebuah khilaf silsilah didaerahku sendiri ( ndresmo ) yg dihadapi dengan baik dan tak ada saling memojokkan adalah :

- sayyid ali ashghor punya putri bernama Sholihati . namun sebagian ada yg tak mengakui bahwa beliau bukan putri sayyid ali ashghor ..

- para putra dan putri sayyid ali ashghor ada yg tercatat disilsilah keturunanannya sebanyak 4 orang . ada yang 5 lima orang ada yang lebih .

- sayyid abdulkarim adalah saudara sayyid sulaiman bin sayyid abdurrahman . namun banyak juga yg punya silsilah bahwa sayyid abdul karim bukan putra sayyid abdurrahman melainkan keturunan dari pangeran ketandur .

- sayyid iskandar bin sayyid ali akbar itu adalah nama asli . namun ada yang mengatakan nama asli beliau adalah abdullah .

- diantara sayyid sulaiman ke sayyid abu bakar basyaiban terdapat satu nama abdurrahman . namun kok ada yg punya ( bahkan banyak ) nama abdurrahman ada dua .

- tentang nama sayyid abdul wahab bin abi bakar basyaiban dari silsilah sayyid abu dzarrin . banyak yg tak mengakui nama itu . namun kenapa banyak dari kalangan pesantren2 besar yg silsilah-nya tertulis nama abdul wahab . lalu kenapa silsilah resmi syaikhona kholil madura kok memakai nama sayyid abdul wahab juga ? apa karangan saja ? lihat saja disini : 


http://azmatkhanalhusaini.com/index.php?option=com_content&task=view&id=28&Itemid=66

masih banyak lagi khilaf2 yg ada . terus bagaimana cara kita tahu mana yg benar dan mana yg salah ? itu sangat rancu sekali .namun dari dulu hingga sekarang tak ada satu ucapan pun yg menyinggung perasaan yg bersangkutan . wah ..aku sangat salut dengan akhlaq para sanak di-ndresmo itu . apalagi para kyai-kyai sepuh ndresmo ketika melihat ada khilaf seperti itu . beliau pada bilang :

" wes .. awak2 gak ngerti sak temene sing bener .. sing penting podo sanak-e " ( sudah .. kita ini ngga' tahu mana yang benar ...yang penting kita sesama kerabatnya " . sangat bijak sekali bukan ?.

ingin rasanya aku ini bilang pada orang yang dengan sombongnya menolak silsilah sayyid abu dzarrin itu begini :

" jika kamu menolak silsilah abu dzarrin , maka menghadaplah ke-para kyai kyai dipesantren2 pasuruan dan sebagian kyai2 yg ada dindresmo , lalu katakan :

" para kyai bani abu dzarrin yg terhormat .. maaf , silsilah kalian salah dan tak ada dicatatan rabithah alawiyyin . tolong jangan mengaku-ngaku fam basyaiban ... " .
wah , nih orang nekat atau setengah gila ya ? .hehehe

aku sering ketemu dg para saadah didunia maya baik dari fam basyaiban ,assegaf , al-attas , aljufri dan lain2nya . hampir semuanya menyapa aku ketika tahu aku pakai nama akhiran basyaiban ( itu baru aku lakukan seminggu karena banyak pengaduan adanya polisi silsilah diinternet ) hanya sekedar sillaturrahmi antar saudara muslim . kita diinternet saling shering tentang apa2 yg belum kita ketahui . saling menanyakan kabar desanya masing2 . saling mendoakan . dan tak jarang yang main kerumahku . dan lucunya , ketika aku sendiri yg membuka kekhilafan silsilah sayyid abu dzarrin dan ingin tahu pendapat mereka , hampir semuanya menjawab :

" jika tak tertacatat dirabithah alawiyyin itu bukan berarti satu keputusan final bukan dzurriyah nabi . bisa juga pengetahuan tentang nasab sayyid abu dzarrin masih belum jelas . sejarah nasab itu satu masalah yg sangat rumit . sudah deh yg penting ada tali persaudaraan diantara kita .untuk selebihnya kita serahkan pada Allah saja " .
nah coba lihat ? bijaksana sekali pendapat para saudara2 kita itu .

ada juga type orang yang jika ketemu dengan satu nama yg berakhiran basyaiban diinternet , maka dengan sangat antusiasnya dia menyapa . namun bukan untuk saling kenal dan silaturrahmi . tujuannya seperti polisi silsilah . langsung gedubrak tanya ini itu .. kamu anak sapa ? pakai nama basyaiban itu jurusannya dari mana ? silsilah itu tak bisa dimasukkan ke qabilah basyaiban ..

aneh banget . memang dia siapa ? apa hak dia menolak silsilah seseorang ? sudahkah dia itu termasuk ahli nasab ? dan sudah tahukah dia syarat2 sebagai ahli nasab ? . satu lagi , bagaimana jika kamu sendiri yg ditodong pertanyaan seperti itu ? tersinggung dan marah ngga'?



hei kamu ! yang dg angkuhnya menolak silsilah sayyid abu dzarrin ... aku beritahukan kamu bahwa semua pesantren2 dan kyai2 bani abu dzarrin itu mendapat tulisan silsilah dari leluhurnya sejak dulu . apapun itu dan siapapun itu , pasti akan menjaga dan merawat peninggalan dari leluhurnya . dan siapapun tak ada haq untuk menginjak-injaknya .

apa yang kamu harapkan dg penolakanmu itu ? apa kamu ingin semua bani abudzarrin yg jumlahnya ribuan yg berada diberbagai penjuru itu tunduk dengan penolakanmu ? tulisan silsilah sayyid abu dzarrin bukan muncul baru2 ini . bahkan sudah sejak dulu ratusan tahun yg lalu sudah ada . bukankah sebuah catatan dari leluhur yg zahid dan wara' sudah satu bukti yg tsiqqah ? apalagi seorang kyai hamid pasuruan yg sudah mensah-kannya itu juga tanda tsiqqah ? . kalau masih kurang , apa perlu kita bangunkan para leluhur dari sayyid abudzarrin itu lalu kita tes DNA ? ayo ! kalau kamu mampu membangunkannya .

nah sekarang , kita sambung saja silaturrahmi antar bani 'alawiyyin dimanapun berada tanpa ada menyinggung perasaan antar sesama . biarkan saja urusan silsilah bani abu dzarrin itu menjadi catatan sejarah para anak cucunya . ini intern keluarga . ibarat rumah dan tanah , jangan memasuki dan menginjak2 tanah orang lain . urus tanah kita sendiri .

dan ingat ! kengototan kalian dg tidak sahnya silsilah sayyid abu dzarrin hanyalah bukan kebenaran mutlak . Allah yg paling tahu . jika kenyataannya silsilah itu benar bagaimana ? atau jika tak benar ? toh bukan kalian yg bertanggung jawab kan ...

ada fenomena lain lagi , ( aku baca diweb-web diinternet )yaitu seputar silsilah gus dur .. banyak yg komplain dan tak setuju bahkan menolaknya . lalu rabithah alawiyyin masih belum berani menerimanya . lho kok habib luthfi pekalongan denger2 men-sahkan-nya ? ( bukan aku lo , tapi aku baca disalah satu web ) . terus silsilah kyai ahmad siddiq jember , kenapa kok pada rame2 menolaknya ? wah2 ... seakan sudah dapat kabar dari Allah langsung aja ya ...sorri .

sebelum aku selesai , terlebih dulu aku tanya sesuatu barangkali ada yg tahu :

- kenapa catatan pada silsilah kuno kok tak seragam saja ( sama ).

- kita tahu wali songo kan ? kenapa catatan silsilah mereka yg terdapat pada keturunannya juga tak seragam juga ( sama ) saja ? .

- kenapa silsilah yg dipegang oleh para kyai dan habaib kok tak sama dengan silsilah yg beredar secara nasional dipelajaran sejarah ?

- beranikah kita berkata : silsilahku ini benar 100 persen menurut penelitian dan menurut Allah ?

- beranikah kita bilang : catatan silsilah yg dari leluhur-ku ini adalah kebohongan saja . hanya karena tak tercatat dikitab2 nasab ? .

- atau ke sejarah yg tak begitu lama saja , kenapa kejadian detik2 proklamasi kemerdekaan saja ada yg beda pendapat dan beda nama ? .

- dan terakhir , kenapa kok ada silsilah sayyid abu dzarrin seperti itu ? apakah sebuah kebohongan? sebegitu nekad-nya kah para ulama' dulu menantang ancaman nabi bahwa siapapun yg menasabkan dirinya pada yg bukan ayahnya maka akan dilemparkan keneraka !.


nah itulah sejarah ... yang tak akan pernah terungkap secara keseluruhan . jangan menuduh dan menvonis seenaknya .sebab sesuatu yg sudah kita lewati adalah ghaib dan milik Allah . terima kasih

salam kenal ukhwah islamiyah buat semuanya

abi alkhoir


17 comments:

  1. istilah baru nih..ada polisi nasab di internet. yg penting silaturahim sub..

    فرحان شريف باشيبان

    ReplyDelete
  2. yup ..betul kang . yang penting saling silaturahim sesama muslim . saling mendo'akan ya kang .... ( aku panggil kang gaya ndresmo-an . agar akrab ) .

    ReplyDelete
  3. kang, kheir, catatanmu iki cerdas. mugo2 sing kepengen dadi polisi nasab iku di warasno pikirane, cekne gak dadi wong arogan.

    salam
    fahmi faqih

    ReplyDelete
  4. seep kang khoir
    yg penting saling menghormati, tepo seliro antar sesama muslim,
    tidak ada yg lebih baik dimata Allah kecuali hanya kadar ketakwaan & ketaatan seorang hamba kepadaNya

    salam

    ReplyDelete
  5. Silsilah adalah sejarah genetika. Mahluq hidup, apapun itu, akan lebih berharga apabila mempunyai catatan riwayat, dan yang dicatat pasti nilai-nilai lebih yang dimiliki. Contoh Kuda A adalah keturunan kuda B, yang menjadi juara pacuan selama sekian tahun di arena X. Burung perkutut “si Bontet” adalah keturunan “si-Joger” pemenang Lomba perkutut Nasional, dst.dst. Begitu pula dengan manusia, Bani … Fame … yang tercatat pasti dikaitkan dengan kualitas genetika terawal yang mempunyai nilai lebih, seperti Basyaiban yang akhirnya bertaut dengan Baginda Rosululloh SAW.

    ReplyDelete
  6. Sejarah, bukanlah “apa yang terjadi”, tetapi sejarah adalah “apa yang ditulis”, sehingga unsur subyektifitasnya pasti sangat tinggi. Seringkali yang terjadi catatan2 yang dinamakan sejarah itu ditulis setelah peristiwanya usai. Ditulis berdasarkan keterangan peristiwa yang ada, baik dari pelaku sejarah maupun dari cerita mulut ke mulut. Nah, dalam proses penulisan atau pemaparan sejarah inilah subyektifitas sangat berperan. Oleh karenanya melihat sejarah secara obyektif berarti harus lengkap dengan memahami kemungkinan kesalahannya, seperti yang diutarakan Kang Choir. Kalau pola pikir ini yang kita pakai dalam memahami sejarah, maka dapat dipastikan yang keluar adalah “sikap tasamuh” yang menghargai pemikiran dan pendapat orang lain, dan jauh dari anggapan kebenaran mutlak dari pemikirannya sendiri. Nah, saya sangat suka dengan pola pikir Kang Choir ini, karena jelas bahwa Kang Choir adalah “sunny” deles.

    ReplyDelete
  7. Nuwun sewu, … saya secara pribadi tidak pernah memusingkan “pelabelan genetika saya” dengan penyebutan “Kang Mas” di depan nama saya, atau dengan “Basyaiban” dibelakang nama saya, karena saya berpendapat, pelabelan itu merupakan beban dan tanggung jawab kualitas sebagaimana leluhur saya, bahkan saya seringkali malu untuk menunjukkan label itu, karena saya takut diri saya tidak se-kualitas dengan leluhur saya.

    Tapi … Kang Choir, saya ingin menyemangati ikhtiar yang sudah anda lakukan, menulis beberapa “peristiwa dan atau riwayat” leluhur kita. Barangkali ini merupakan ikhtiar awal, maksud saya menulis riwayat-riwayat itu adalah ikhtiar awal, karena sebelumnya hanya dilakukan secara verbal, dari mulut ke mulut. Percayalah dalam lima puluh tahun ke depan tulisan2 anda akan menjadi bukti “sejarah” yang sangat berharga, karena saat itu akan menjadi sangat autentik. Untuk kehati-hatiannya sedapat mungkin sertakan juga sumber-sumbernya, meski itu hanya cerita dari mulut ke mulut, paling tidak biar nanti ketahuan “sanad”-nya. BAROKALLOH.

    ReplyDelete
  8. @ Yazid Qohar : Assalamu'alaikum

    wah saya hrs panggil apa ya ke smpyan ? tapi apapun itu , sampyan telah memberi kesemangatan dlm pembuatan blog ini .. .terima kasih banyak atas segala dukungannya ... saya tunggu coment saran dan kritiknya di-blog ini .. semoga blog ini bisa memberikan manfaat pd lainnya amiin ..

    abi al-khoir
    ndresmo

    ReplyDelete
  9. assalamu'alaikum wrwbb,

    Ajiiiiiibbb....tulisan anda, ya akhi...!!!!
    Ana setuju dengan argumen antum...sangat menyentuh dan menyentil arogansi otoritas yg merasa paling 'benar' dan tau mengenai nsab/silsilah dzurriyat Rosulullah SAW melalui Sayyidah Fatimah Azzahra dan Sayidina Ali Bin Abi Thalib RA...

    Ana ada usulan...tes DNA kayanya harus ada di lembaga Rabithoh Alawiyyun, untuk juga mebuktikan secara Valid Absah, or nggaknya para Sayyid yg sudah tercatat disana...

    Antum betul, bahwa manusia tidak berhak menghakimi silsilah seorang hanya berdasarkan subyektifitas sepihak, tanpa bukti ilmiah yg valid tentang sejarah silsilah seseorang....wallohu 'alam bissawab...

    Jazakumulloh khor, ya akhi... Sayid Abi El-khoir Basyaiban.....

    Wassalam.. Abdul Bin Yahya

    ReplyDelete
  10. assalamu'alaikum ya ahlul bait.

    alhamdulillah kelar juga saya bacanya..
    saya setuju dengan semua intisari yang akang kemukakan, kita tidak berhak menghakimi silsilah seseorang hanya berdasarkan pengetahuan diri kita saja..
    masih terlalu banyak tabir misteri dari suatu silsilah untuk kita benar atau salahkan seratus persen..


    sukron katsir..
    jazakumullah khoiron kastiro..

    wassalam, Abul mas'ud ndresmo

    ReplyDelete
  11. Keturunan Al-Imam Hasan dan Al-Imam Husain tidak terdata dalam satu Rabithah sedunia. Ada banyak Rabithah yang masing masing hanya mendata keluarga yang dikenal diantara mereka. Dari keturunan Al-Imam Husain sendiri, selain keluarga Ba’alawi masih banyak lagi yang datanya tidak dimiliki oleh Rabithah Alawiyah yang didirikan oleh Sadah di Yaman, yaitu Husainiyyun keturunan Al-Imam Musa Al-Kazhim. Bahkan diantara keluarga Ba’alawi juga masih banyak yang tidak terdata di Rabithah Alawiyah Yaman, yaitu keluarga keturunan Al-Imam Abdul Malik Azmatkhan dan keturunan Assayyid Abdullah bin Alawi Ammil-faqih yang tersebar dan menjadi Raja-raja di Mindanau Philipina. Kebanyakan mereka punya Rabithah sendiri berdasarkan catatan nasab yang dipegang oleh anggota mereka. Ketika ada sebagian Asyraf Yordania yang mendustakan nasab keluarga Ba’alawi Yaman, itu bukan berarti institusi Rabithah mereka yang mendustakan, melainkan hanya sebagian anggota mereka. Pendustaan itu hanyalah akibat dari ketidaktahuan dan kegegabahan. Allah SWT befirman:

    وَلاَتَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
    “Dan janganlah kau mengomentari sesuatu yang engkau tidak memiliki pengetahuan tentangnya.” (Al-Isra’ : 36)

    ReplyDelete
  12. Rasulullah SAW bersabda:

    النَّاسُ مُؤْتَمَنُوْنَ عَلى أَنْسَابِهِمْ
    “Manusia itu bisa dipercaya atas pengakuan nasab-nasab mereka.”
    Meragukan nasab seseorang hanya boleh dalam suatu kondisi yang sifatnya untuk melindungi hak orang lain, seperti misalnya ada pembagian harta waris dan tiba-tiba ada seseorang yang mengaku sebagai anak kandung dari si pewaris, sementara ahli waris yang sudah masyhur tidak mengenalnya. Ketika itu hakim boleh meragukan dan meminta bukti untuk pengakuan nasab tersebut, karena hawatir orang itu hanya mengaku-ngaku untuk mendapat harta warisan sihingga hal itu merugikan hak pewaris aslinya. Selebihnya, apabila ada orang mengaku bernasab pada seseorang maka kita tidak boleh menyatakan keraguan apalagi mendustakan, karena hal itu akan menyakiti hatinya dan mengusik kehormatannya.

    ReplyDelete
  13. Untuk menjaga perasan dan kehormatan seseorang, Islam mengharamkan takdizb (mendustakan) nasab tanpa bukti, baik takdzib dengan terang-terangan maupun dengan sindiran. Ulama sepakat bahwa takdzib nasab tanpa bukti adalah dosa besar dan termasuk kategori Qadzaf. Qadazaf adalah menuduh zina tanpa bukti. Ketika nasab didustakan maka berarti mendustakan hubungan anak beranak antara nama-nama dalam nasab tersebut, sehingga hal itu bisa juga menyimpulkan tidak sahnya pernikahan ayah dan ibu dari nama-nama tersebut. Ketika pernikahan tidak sah berarti terjadilah zina dan anaknya adalah anak zina.

    Termasuk Qadzaf terang-terangan (Sharih) dalam bentuk takdzib nasab adalah kalimat: “Dia hanya mengaku-ngaku dengan nasabnya”, “Saya tidak percaya dengan nasab yang ia sebutkan”, “dia bukan keturunan si Anu sebagaimana yang ia sebutkan” dan sebagainya. Lihat Kitab Al-Iqna’ (fiqih Al-Imam Ahmad bin Hanbal) Juz 4 halaman 259 dst. juga kitab Ar-Rudud Asy-Syar’iyyah (Al-Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri).

    Termasuk Qadzaf sindiran (Ta’ridh) dalam bentuk takdzib nasab adalah kalimat: “Ayahnya tidak pernah mengaku-ngaku keturunan si anu”, “Saya tidak membenarkan dan tidak mendustakan nasabnya itu”, “Kalaupun benar apa yang ia nyatakan bahwa ia adalah keturunan si anu..” Sebagian ulama ada yang memasukkan kalimat seperti yang terakhir ini dalam kategori Qadzaf Sharih. Lihat Kitab At-Tahdzir Minal Ightirar Fi Ma Ja’a Fi Kitabil Hiwar, (bab pembelan Syekh Abdul Hayy Al-‘Amri dan Syekh Abdul Karim Murad atas dilecehkannya nasab Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani) halaman 36.

    Termasuk Qadzaf Ta’ridh adalah mengajukan Hadits “Man idda’a” pada orang yang mengaku keturunan si anu. Yang dimaksud dengan Hadits “Man idda’a” adalah:

    مَنْ ادَّعَى غَيْرَ أَبِيْهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
    “Barang siapa yang mengaku (bernasab) pada selain ayahnya maka ia terlaknat.”
    Jelas sekali bahwa yang dimaksud Hadits ini adalah berdusta dan mengarang nasab pada selain leluhurnya. Bahkan Hadits itu juga tidak boleh diajukan pada diri sendiri. Misalnya ada orang memiliki catatan nasab yang diperoleh dari orang tua atau sesepuh keluarga, selama catatan itu tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih shahih dan orang tua yang memberikan catatan itu tergolong tsiqah (orang baik yang bisa dipercaya), maka ia tidak boleh menafikan nasabnya itu dengan alasan takut tergolong “Man idda’a”, walaupun untuk berhati-hati, karena itu sama dengan meragukan ke-tsiqah-an orang tua dan leluhurnya sendiri.

    Qadzaf dengan takdzib nasab, baik Sharih maupun Ta’ridh, adalah dosa besar yang mengakibatkan tiga hukuman bagi pelakunya:

    1. Dosanya baru bisa ditebus dengan had delapan puluh cambukan. Sebagian ulama ada yang menganggap hal ini sebagai Haq-qullah (hak Allah) sehingga had itu tidak gugur walaupun orang yang di-qadzaf sudah memaafkan, karena Qadzaf nasab juga berhubungan dengan kehormatan leluhur yang sudah meninggal.

    2. Tidak sah menjadi saksi pernikahan, saksi kasus dan saksi lainya sampai ia bertaubat.

    3. Berstatus “Fasiq” sampai bertaubat.

    Maka Robithoh Azmatkhan mengingatkan kepada semua anggotanya agar berhati-hati dalam masalah ini, karena, selain tkdzib tanpa bukti adalah dosa besar, masalah ini juga bisa berdampak tidak baik pada keharmonisan hubungan keluarga. Apabila ada yang mencurigai seseorang telah mengarang nasab sendiri untuk kepentingan duniawi, maka hendaknya hal itu dilaporkan secara rahasia pada Pengurus Pusat Robithoh, bukan sebagai tuduhan, tapi sebagai antisipasi. Kemudian Robithoh akan mengadakan penelitian. Laporan itu bersifat rahasia dan tidak boleh disebarkan pada orang lain. Apabila ada anggota yang menyebarkan pada orang lain maka hal itu termasuk pelanggaran Qadzaf dan Robithoh akan memberi sangsi.

    Dari http://azmatkhanalhusaini.com/index.php?option=com_content&task=view&id=49&Itemid=107

    ReplyDelete
  14. saya ingin bertanya sama mas ahmad, tentang asyraf yordania yg mendustakan nasab keluarga baalwai yaman. ada bacaan/artikel/referensi mengenai cerita ini ga di internet. saya sangat ingin membacanya. terima kasih

    ReplyDelete
  15. Ini kan postingan dari Rabithah AzmatKhan al-Husaini.

    Sesiapa yg mendustakan nasab keluarga Bani Alawi mestinya bodoh amat. Kerna semenjak zaman al-Imam Ahmad al-Muhajir pada kurun 300an Hijrah memang sudah masyhur dan teri'tiraf oleh kalangan ahlul bait dan ulama' lainnya tercatat pada kitab-kitab mereka, baik semenjak di Basrah, maupun setelah berada di Hadramaut.

    Juga di perkuat lagi pada zaman-zaman generasi sesudah al-Imam Ahmad. Buku 'Jalan Nan Lurus' oleh al-Ust Novel al-Aydrus punya referensi yang lengkap.

    ReplyDelete
  16. sing penting awak dhewe tata silsilah ketuyrunan kita secara rapi dan syiarkan kepada anak cucu kitra agar mereka isin nek mau bebruat yang melanggar akidah dan agama

    ReplyDelete
  17. isakandar basyaiban punya menantu yang bernama abdurrahman (mbah baka di japanan makamnya), kita seharusnya jangan saling menyalahkan.... kita cari kebenarannya bersama-sama... jangan sampai terjadi lagi ribut2 antar keluarga, kita jangan sampai mengulangi kasus nderesmo dengan bureng... asrul bin safiie (anake pak lurah)

    ReplyDelete

setelah baca2 ... isi dong commentnya . ok ! kutunggu ya

COBA

COBA

ADSENSE

ADSENSE


html5 tutoriels - cheap morocco desert tours