Sayyid Abu Dzarrin At-tuqo - ( kyai tugu pasuruan )




Sama juga dengan ndresmo yang bermula sebuah tempat mati yang dihidupkan oleh Allah lewat hambanya yg sholeh bernama sayyid ali ashghor yang datang dengan membawa bekal ruhani yg kuat dan akhirnya jadilah ndresmo sebuah desa yg sangat religius sekali , pasuruan juga begitu. Terdapat sebuat desa yang bernama karangsono . sebuah desa yg berbeda dg ndresmo yg awalnya adalah hutan kosong .


karangsono berawal dari sebuah dusun yang sudah berpenduduk ramai . namun kehidupan desa itu penuh dengan kebodohan dan kemaksiatan . hingga akhirnya datanglah seorang 'alim yang wara' bernama SAYYID ABU DZARRIN BIN SAYYID HUSEIN dari kota cirebon . lewat perjuangan dan kesabaran beliau didesa itu ,sehingga jadilah karangsono sebuah desa yang sangat religius sekali .

lalu kenapa diblog ndresmo ini perlu adanya postingan tentang karangsono atau pasuruan pada umumnya ? jelas sekali karena antara pasuruan dan ndresmo sangat erat hubungannya . ibarat hubungan keluarga ndresmo adalah saudara kandung pasuruan . terbukti dari jaman dulu hingga kini banyak pertalian keluarga antar keduanya . tak sedikit keturunan dari sayyid abu dzarrin menikahi atau dinikahi dari keturunan sayyid sulaiman.

Sayyid sulaiman sendiri sebelum menetap di-mojoagung, menetap lama dipasuruan dan mendirikan pesantren disana . hingga kini masih tetap utuh peninggalan rumah beliau dipasuruan . adapun sayyid abu dzarrin adalah suami sayyidah hasilah, cicit sayyid iskandar ( kakak sayyid ali ashgor ndresmo ) . Nah jelas sudah ikatan kedekatan kedua daerah tersebut .

Sekarang saya akan menceritakan sedikit siapa sayyid abu dzarrin tersebut ?

Beliau terlahir dicirebon . anak paling kecil dari sayyid husein basyaiban . diantara kakak beliau adalah sayyid mutamakkin , cirebon , menurut catatan silsilah kuno yg saya pegang . tapi ada yg mengtakan mutamakkin yg dipati itu, jateng . abu dzarrin berbeda dengan para saudara2-nya . dia sejak kecil mempunyai penyakt kulit . hingga semua jijik mendekatinya . namun abu dzarrin sendiri tak merasakan akan hal itu . dia tetap bermain seperti layaknya anak kecil pada umumnya . terlebih ibundanya sangat menyayanginya . ada satu kelemahan dari abu dzarrin kecil itu , yaitu bebal ( tak cerdas ) . maka dia sering mendapat teguran dari sang ayah .

hingga beranjak dewasa , penyakit kulit itu masih tetap ada . dan juga penyakit bebal-nya tak ketinggalan . bisa dikatakan pemuda abu dzarrin masih tetap bodoh . itu yang membuat ibundanya selalu memikirkannya .

' kenapa putraku yg ter-akhir ini sangat lemah daya pikirnya ? “

itu-lah yang selalu dikeluhkan ibundanya . namun ibu tetaplah seorang ibu . yang tak kenal putus asa untuk mendoakan putranya itu . suatu ketika sang ibu abu dzarrin berkeluh kesah pada suaminya ( sayyid husein ) tentang diri putranya yg terakhir itu . beliau sangat ingin semua anak-anaknya itu 'alim dan ahli ibadah. Karena jika melihat putra dan putri beliau yang lainnya yang rata-rata ahli ilmu agama dan ibadah maka sudah selayaknya sang bunda menginginkan hal itu terjadi pada abudzarrin .
lalu , mendengar keluh kesah sang istri tersebut bagaimana pendapat sayyid husein ? beliau berkata :

“ sudahlah bu , percaya padaku . nanti jika tiba saat-nya Allah SWT akan merubah diri abu dzarrin secara dhahir dan bahin . tak ada yang sulit bagi Allah . maka teruslah mendo'akan putramu itu “ .

nah , itulah yang dikatakan sayyid husein pada istrinya .

“ tapi sampai kapan suamiku ? “ Tanya istrinya .

“ nanti disaat abu dzarrin punya ke-inginan sendiri untuk meninggalkan rumah untuk mencari ilmu . tunggu saja “ . jawab sayyid husein .

singkat kisah , tibalah saat-nya abu dzarrin sadar akan keadaan dirinya yang bodoh dan berbeda dengan saudara2-nya . dia berpikir kenapa dia tak pergi saja untk mencari ilmu . namun pada siapa ? karena dirinya tak tahu tentang pesantren2 ditanah jawa ini . entah berapa waktu dia berpikir seperti itu yang akhirnya dia memberanikan diri untuk berpamitan pada ayah ibunya untuk pergi mengembara dalam pencarian ilmu . sekalian minta pendapat ayahandanya .

" oh abu dzarrin , sudah saatnya kau tahu ini . pergilah kamu ke-arah jawa timur . jangan tanya pada siapapun kemana engkau pergi . nanti jika kau bertemu dengan seseorang tua yang rambut dan janggutnya sudah rata memutih , maka ikutilah dia dan bergurulah padanya " .

itulah pesan sayyid husein pada putranya abu dzarrin disaat pamit . abu dzarrin meng-iyakan kata ayahnya . sedang ibundanya ? yah , yang namanya seorang ibu yang akan ditinggal putranya pergi pastilah menangis . namun bukan berarti mencegahnya . malah beliau mendo'akan keberhasilan putranya itu .

maka berangkatlah abu dzarrin dengan membawa bekal seadanya . dia berjalan menuruti kata ayahnya menuju ke-arah jawa timur . berbagai hal kejadian yg dia saksikan disepanjang jalan . maklumlah hal itu membuat-nya heran karena memang dia tak pernah tahu dunia luar . keluar masuk hutan itu sudah dia lakukan . entah sudah berapa lama dia melakukan perjalanan itu .

sekarang kita tinggalkan abu dzarrin , berganti ke-ibundanya yang dirumah selalu tekun mendo'akan putranya agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan petunjuk dari Allah . nah disatu hari yang cerah ini seperti biasanya beliau mempersiapkan masak untuk keluarga . dan seperti adat2 wanita lain sebelum menanak nasi terlebih dulu berasnya dicuci dengan air bersih . beliau keluar menuju sumur yg dekat dengan rumah .

yang membedakan beliau dengan wanita2 pada umumnya adalah beliau tak pernah berhenti untuk berdzikr atau bersholawat atau apapun yang dibaca berupa pujian-pujian pada Allah . hingga dalam keadaan memasak atau sibuk lainnya pun beliau tetap berdzikir . seperti saat mencuci beras saat ini . ditengah tangan beliau sibuk dengan mencuci beras tersebut , beliau dikagetkan dengan beras itu yang berubah menjadi emas . wah coba bayangkan , betapa kaya-nya jika emas itu dijual . namun apa yang terjadi dg beliau saat melihat emas itu ada dihadapannya ? beliau menangis ! . beliau berkata :

" Ya Allah . . . terima kasih sekali engkau telah memberi anugerah emas sebanyak ini . namun bukan emas ini yang aku inginkan . hamba hanya ingin ridha-MU . dan hamba berharap lindungilah putraku abu dzarrin yg saat ini dalam perjalanan mencari ilmu . berikanlah anakku itu ilmu yang bermanfaat. gemar beribadah dan senantiasa ta'at padamu dan kedua orang tuanya " .

tiba-tiba beras yg berubah menjadi emas tadi berubah menjadi beras biasa . beliau-pun meneruskan pekerjaan-nya .

sekarang kita kembali keperjalanan abu dzarrin lagi . tak terasa perjalanannya sampai dijawa timur , tepatnya didaerah pasuruan . cukup ramai daerah itu . apalagi disini terdapat sebuah pesantren ' SIDOGIRI ' yg dulu didirikan oleh sayyid sulaiman dan cukup banyak santrinya . kurang jelas bagi saya fakta sejarah siapa nama pengasuh pesantren pada saat abu dzarrin tersebut .

namun yang jelas sejarah menceritakan bahwa abu dzarrin pernah datang kepesantren tersebut bukan untuk menetap disitu . namun hanya silaturrahmi dan menginap disitu . ya dikarenakan ayah abu dzarrin sudah berpesan padanya bahwa pada nantinya ikutlah pada seorang kyai yang pada seluruh rambutnya sudah berwarna putih . sejak dari cirebon hingga pasuruan belum menemukan orang yang sudah dikatakan ayahnya itu .

untuk agar mendapat berkah dan do'a para kyai2 sepuh , maka abu dzarrin berniat sowan kepengasuh pesantren itu . apa yang terjadi ? kyai pengasuh pesantren itu kaget melihat seorang pemuda yg masih berpenykit kulit itu ( abu dzarrin ) . namun kyai itu telah mendapatkan ilham bahwa pemuda itu kelak menjadi orang alim dan besar .

tanpa basa basi , sang kyai tadi berbicara teratur untuk memberi tawaran pada abu dzarrin agar mau menjadi menantunya . abu dzarrin heran kok bisa begitu ? namun dia teringat ayahnya untuk mencari kyai berambut putih itu . dengan penuh sopan dan lemah lembut abu dzarrin menolak tawaran kyai tersebut . dan kyai itu berpesan :

" abu dzarrin , saya mengerti kenapa kamu menolak . namun saya berpesan kamu jangan kembali lagi kecirebon . karena tempatmu adalah dipasuruan ini . kalau sekedar silaturrahmi tak apa-apa . nah sekarang perhatikan dan ingat baik-baik . ini adalah batu jamrut hijau milikku . carilah batu jamrut ini setelah aku lemparkan . nanti jika sudah ketemu maka ditempat jamrut jatuh itulah tempat kamu menetap dan berda'wah . ingat lah " .

setelah berpesan seperti itu , sang kyai keluar rumah dan diikuti abudzarrin . beliau segera melemparkan batu jamrut hijau itu . sangat jauh beliau melemparkannya .

" nah sekarang kamu sudah tahu apa tugas kamu . kapanpun jika kau temukan batu itu segera buat rumah dan pesantren disitu " pesan kyai itu .

" inggih kyai " . jawab abu dzarrin .

segera abu dzarrin pamit untuk meneruskan perjalanan . tak terasa dia memasuki hutan yang sepi sekali . untunglah saat memasuki hutan itu masih keadaan siang . dia terus menelusuri jalanan hutan tersebut. tak terasa dia merasa capek dan beristirahat . disaat dia duduk dan termenung , dari jauh terlihat sosok orang yang berbaju putih dan berambut putih datang menghampirinya . jelas abu dzarrin kaget dan segera bangkit . karena orang itulah seperti yang sudah dipesankan ayahnya .
setelah dekat abu dzarrin mengucapkan salam dan berjabatan tangan . dia cium tangan orang tua itu . wangi baunya .

" kyai , saya ingin belajar ngaji pada panjenengan " . kata abu dzarrin .

" kenapa ngaji ? " tanya kyai itu .

" saya ingin bisa ngaji "

" cari tempat tinggal dulu " kata kyai itu

" tapi kyai , saya ingin mengaji dulu " .

" cari tempat tinggal dulu . inget kata ayahmu untuk menuruti aku . dan inget kata kyai dipesantren itu "

" inggih kyai , apa kata kyai ". jawab abu dzarrin pasrah pada kyai itu. namun sebelum dia melangkahkan kakinya kyai itu mencegahnya.

" sebentar, jangan pergi dulu . nih terima sebuah pedang dan buka ".
kata kyai itu sambil memberikan sebilah pedang pada abu dzarrin. dia pun menerimanya dengan heran apa maksud kyai itu dengan memberi sebilah pedang padanya.

" inggih kyai. lalu apa yang mesti saya perbuat dengan pedang ini? "

" sekarang kamu buka pedang itu lalu masukkan ke mulut kamu ". jawab kyai itu yang membuat rasa heran pada abu dzarrin.

" Apa ??!! dimakan ? ngga' salah ? ". Tanya abu dzarrin heran dan takut.

" Kan ayahmu sudah berpesan padamu agar menuruti semua perintahku. Sekarang laksanakan apa yang aku perintahkan ! " .

Akhirnya abu dzarrin dengan rasa takut menuruti aja apa yang diperintahkan kyai itu. Coba kalian bayangkan, pedang dari besi dan panjang dimasukkan ke mulut ? gimana coba !!!. Namun karena sebuah perintah dari kyai itu akhirnya dia laksanakan juga.

Perlahan dan pasti dia masukkan pelan-pelan di mulai dari ujung pedang, setelah ujung pedang sudah masuk dimulutnya, sang kyai itu perintahkan abu dzarrin untuk mengunyahnya. Apa yang terjadi ? ternyata setelah dikunyah , rasanya ngga' seperti rasa layaknya besi . namun rasanya seperti makanan yang memang disukai oleh abu dzarrin .

" ayo teruskan makannya . habis kan semuanya . anggap saja seperti kamu makan apapun yg kamu suka"
kata kyai itu . sebenarnya sih tanpa diperintah lagi pasti akan dimakan terus oleh abu dzarrin . ya emang rasanya enak sih . akhirnya selesai juga abu dzarrin memakan pedang itu semuanya .

ada keanehan yang terjadi pada dirinya setelah makan pedang itu , yaitu penyakit kulit yang dia derita sejak kecil dan berbau tak sedap itu tiba-tiba sembuh . bahkan hilang malah . tak berbekas . dia heran melihat itu . sedangkan sang kyai tadi cuma tersenyum padanya . dan bukan kesembuhan penyakit itu saja . kini bau badan abu dzarrin tercium wangi pada sekujur tubuhnya . subhanallah ...

dan sejarah mencatat bahwa abu dzarrin setelah kejadian itu sangat berubah pesat tak seperti dulu lagi . dia mudah menyerap segala ilmu yang diajarkan secara singkat dan kilat oleh sang kyai berambut putih tadi . yah , ladunni ! itulah ilmu ladunni yang diberikan Allah pada hambanya yang terpilih . ibarat belajar sehari seperti halnya belajar semalama puluhan tahun . banyak para kekasih Allah yg diberikan Allah anugrah dg ilmu ladunni ini .

kini abu dzarrin bukan lagi pemuda yg berpenyakit kulit lagi . bukan pemuda lugu yang bodoh . tapi sekarang sudah memancarkan cahaya ilahi dalam dirinya .

" kamu sudah belajar padaku . sekarang pergilah untuk mencari tempat tinggal . berjalanlah kearah desa itu . nanti kau akan tahu tempat yang pas buat kamu " . perintah kyai itu sambil menunjuk arah suatu daerah .

akhirnya abu dzarrin berangkat menuju daerah yang telah ditunjukkan kyai itu . selama perjalanan menuju daerah tersebut banyak sekali keajaiban yang terjadi pada abu dzarrin . istilahnya sambil mencari tanah tempat tinggal yang pas buat dirinya , dia juga berda'wah disepanjang jalan itu . bahkan banyak sekali dari golongan para jin yang juga ingin belajar ilmu agama padanya . kita tahu bahwa manusia dan jin itu sama2 punya kewajiban pada Allah termasuk belajar ilmu agama .

singkat cerita disaat abu dzarrin berada disuatu tempat yang sunyi dan bermunajat tiba-tiba dia dikejutkan oleh cahaya hijau yang memancar dihadapannya yang tak jauh dari tempatnya . segera dia dekati tempat munculnya cahaya tadi . ternyata setelah didekati terlihat cahaya itu berasal dari batu hijau jamrut yang persis dg batu yg pernah dilemparkan oleh kyai pengasuh pesantren sidogiri dulu. akhirnya abu dzarrin berkesimpuan bahwa tanah yang sekarang dia tempati sekarang ini adalah tempat yg pas untuk dijadikan tempat tinggal .

segera dia menanyakan status tanah itu pada penduduk sekitar . ternyata semua bilang bahwa tanah itu tidak ada yg memiliki karena terlalu angker kondisinya . para penduduk berharap agar abu dzarrin bersedia menghidupkan tanah itu . legahlah hatinya mendengar penuturan para penduduk setempat . segera beliau ( sekarang ganti dari kalimat dia ke 'beliau' ) bersama para penduduk membuat tempat tinggal dan pesantren sederhana ditanah itu .

singkat cerita tempat itupun sudah jadi . dan banyak orang-orang yang datang untuk menimba ilmu dan nyantri disana . memang jarak waktu antara dari cirebon dulu hingga membangun pesantren itu tidak sebegitu lama waktunya . namun dalam hati beliau sering terbayang akan kampung halaman dan kedua orang tuanya . akhirnya dia putuskan untuk pulang sebentar untuk menemui ayah ibu beliau . berangkatlah beliau ke cirebon . sedang pesantrennya beliau amanah-kan sementara pada santri nya . selang tak begitu lama , sampailah beliau dikampung halaman . tak terasa beliau meneteskan air mata bahagia dan terharu melihat kampungnya itu .

mendengar kabar bahwa putranya telah kembali , wah begitu bahagia kedua orang tuanya . namun apa yang terjadi setelah melihat kondisi putranya ? ya jelas kaget lah . wong dulunya sang putra adalah pemuda yang berpenyakit kulit dan bodoh , ternyata yg mereka lihat sekarang adalah seorang pemuda yang sangat berwibawa tampan dan penuh cahaya ilahi . dari tutur kata sang putra itu terlihat akan kedalaman ilmu dan hikmah . betapa bersyukur hati sang bunda melihat hal itu .

perlu diketahui bahwa ayahanda beliau , sayyid husein pekerjaan sehari2nya adalah mengajar pengajian dengan menggunakan kitab2 kuning klasik seperti saat ini .

suatu ketika disaat sayyid abu dzarrin masih belum kembali kepasuruan , ayahandanya mendapat udzur hingga tak bisa mengajar pengajian seperti biasanya . maka disaat itulah beliau minta izin ayahandanya untuk menggantikan mengajar agar tak libur . dengan senang hati sang ayah memberikan izin .

sungguh bagi keluarga sayyid husein hari itu adalah sangat mengagetkan mereka . ternyata dulu abu dzarrin yang bodoh , saat ini lain . terdengar cara pengajaran putranya itu sangat mengesankan keluarga terutama terhadap kedua orang tua beliau . pembacaan kitab beliau terdengar layaknya seorang kyai yang sudah menguasai betul dengan ilmu alatnya ( nahwu dan sharaf ) . betapa bahagianya keluarga beliau akan hal itu . mereka bersyukur atas karunia yg telah diberikan Allah terhadap sayyid abu dzarrin .

saat ini sayyid abu dzarrin sudah berada dipesantrennya sendiri dipasuruan . semakin sibuk beliau dg semua kegiatan mengajarnya . namun itu dirasa nikmat dan menyenangkan . para penduduk sekitar karangsono sudah tak seperti dulu lagi yang sarat dg kebodohan dan kemaksiatan . kini pemandangan desa itu seperti layaknya kampung pesntren yang sangat religius . para penduduk sangat menghargai beliau atas jasa2-nya menghidupkan kampung mereka itu . sedang daerah kecil tempat pesantrennya berdiri berubah nama menjadi desa TUQO atau lisan jawa kuno mengucapkan dengan desa TUGU . karena begitu kuat dan kokohnya pendirian dan ke-imanan beliau sehingga para penduduk menyebut beliau dg nama 'kyai tuqo atau tugu' .

tak terasa waktu sudah berjalan lama . hari ini sayyid abu dzarrin kedatangan tamu istimewa . siapa lagi kalau bukan ayahnya sendiri sayyid husein dan kyai yang berambut putih yg dulu memberi pedang dihutan dulu . sungguh , kedatangan beliau berdua adalah kebahagiaan buat sayyid abu dzarrin . ringkas kisah , ayahanda beliau menawarkan perjodohan antara dirinya dengan putri kyai berambut putri itu yang bernama sayyidah hasilah .

sayyid abu dzarrin dengan senang hati menerima tawaran ayahandanya itu . akhirnya mereka pun menikah . perlu diketahui , istri sayyid abu dzarrin itu bukan wanita biasa . namun beliau itu meski perempuan , ilmu nya sangat luar biasa . bahkan menguasai ilmu-ilmu alat ( nahwu dan sharaf). sejarah mencatat banyak tulisan-tulisan karya nyai hasilah mengenai ilmu alat . dan yang digunakan hingga sekarang adalah tasrif tugu yang banyak pesantren menggunakan tasrif itu .

mengenai sayyidah hasilah . beliau adalah putri dari kyai suryo ( kyai yg berambut putih tadi . dan itu nama samaran karena orang bilang wajahnya seperti matahari atau surya ) bin 'amir hasan bin iskandar bin ali akbar bin sulaiman bin abdurrahman hingga ke sayyid abu bakar baasyaiban dan terus ke Rasulullah SAW .

adapun sayyid abu dzarrin sendiri adalah :
abu dzarrin bin husein bin ya'qub bin abdulqahar bin abdul-wahab bin abu bakar basyaiban . silsilah beliau ini memang banyak yang mempermasalahkan bahkan menolak . ya banyak alasan yg mempertanyakan hal itu .ada yg bilang bahwa antara beliau ke abu bakar basyaiban terlalu pendek/sedikit . ada yg berpendapat dari salah satu habib dipekalongan bahwa abdul-wahab itu putra sayyid sulaiman mojoagung. ada juga yang mengatakan itu sudah benar bahwa abdul wahab putra abu bakar basyaiban . ini terbukti saat salah satu keturunan sayyid abu dzarrin ( mas mahsuni dan mas tadzkir )pernah sowan ke kediaman hadhrotussyeikh kyai hamid pasuruan . itu dipicu oleh banyaknya suara2 yang menolak keberadaan silsilah sayyid abu dzarrin itu . setelah ditanyakan pada beliau kyai hamid ( al-maghfurllah ) tentang sebenarnya silsilah sayyid abu dzarrin . maka kyai hamid menuliskannya di-atas kertas bekas foto copy STNK dengan menggunakan pensil . yg beliau tulis adalah :

abu dzarrin bin husein bin ya'qub bin abdul-qahar bin abdul wahab bin abu bakar basyaiban .

maka dilihat situ , jelaslah abdul wahab adalah putra abu bakar basyaiban . tentang adanya keterangan bahwa putra abu bakar basyaiban cuma satu yaitu sayyid ahmad , maka banyak kemungkinan yg terjadi yg mungkin belum banyak diketahui oleh beberapa penulis silsilah . bisa jadi sayyid ahmad adalah sayyid abdul wahab . atau saudaranya baik dari satu ibu atau dari ibu yang lain . yang jelas sudah hal yg biasa para sesepuh2 dulu menggunakan lebih dari satu nama .jika ditanya tentang kebenaran yg sesungguhnya , maka cuma Allah yang tahu .

dari perkawinan sayyid abu dzarrin dan sayyidah hasilah membuahkan beberapa putra dan putri . diantaranya :

'alifah - 'izzuddin - taqiyuddin - mu'allim - muthmainnah - sofiyah - zuharo' dan muhammadun
( mungkin masih ada yg lainnya ? allahu a'lam )
tercatat banyak pesantren2 dijawa yang termasuk keturunan dari beliau .

terima kasih .



Comments

  1. Salam.

    Ya menurut hemat ku, kata habib yang di Pekalongan munasabah aja. Iaitu Sayyid Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Abd Rahman bin Umar Basyaiban hingga seterusnya bin Ahmad bin Abu Bakar Basyaiban bin Muhammad Asadullah ibn al-Faqih Muqaddam.

    Kerna mengingat rentan waktu al-Imam Abu Bakar Basyaiban wafat awal 800an Hijriyyah di Tarim.

    Dan tetap sah-sah saja Abdul Wahhab itu putera turunan Imam Abu Bakar Basyaiban tersebut.

    Hanya saja Rabithah Alawiyyin menolak wujudnya putera Abdul Wahhab yang selain Muhammad Said bin Abdul Wahhab leluhur Danuningrat Yogyakarta.

    Jadi yang jadi isu apakah Amir Abdul Wahhab bin Sulaiman Mojoagung mempunyai putera-putera selain Muhammad Said?

    Allahu a'lam mohon maaf kurang lebihnya.
    Ahmad

    ReplyDelete
  2. Assalamu 'alaikum wrhmtllh,

    Sebagi tambhan, memang jika kita menilai bahwa Sayyid Abdul Wahhab ialah putera langsung al-Imam Abu Bakar Basyaiban, bermakna Sayyid Abdul Wahhab ini mesti hidup sekitar abad ke 9 Hijrah (800an Hijrah, Imam Abu Bakar wafat awal 800an Hijrah).

    Dan spt yg Sohibul Blog katakan, Sayyid Abu Dzarrin sendiri beristeri dengan Sayyidah Hasilah bte Kyai Suryo bin 'Amir Hasan bin Iskandar bin Ali Akbar bin Mbah Sulaiman Basyaiban.

    Nah sebagai pathokan, pesantren Sidogiri yang dibangun Mbah Sulaiman itu hanya terdiri, menurut satu catatan, tahun 1716 waktu Mbah Sulaiman sudah sepuh.

    Dan pada tulisan lainnya tentang Sayyid Iskandar(kakek buyod Sayyidah Hasilah), periode Sayyid Iskandar ialah waktu Belanda sudah mula menguasai Tanah Jawa http://ndresmo.blogspot.com/2009/03/artikel-3.html mestinya paling tidak sesudah awal/pertengahan 1600an M (1020anh seterusnya).

    Dan seperkara lagi, sebagai bandingan, silsilah Sayyid Abu Dzarrin itu memposisikan beliau pada kurun ayah kpd Sayyid Umar Abu Hafs yang bernama Abdullah. Walhal Sayyid Umar pula wafat sekitar 1066 H (kurang lebih 1645M) spt yang termaktub pada kitab Syams az-Zahirah al-Hbb Abd Rahman al-Masyhur.

    Al-hasil, era Sayyid Abu Dzarrin kemungkinan adalah jauh sesudah tahun 1712M, bisa saja akhir 1700an/awal 1800an.

    Jadi secara pribadi, saya lebih cenderung mengikut pendapat sang habib dari Pekalongan yang Sohibul Blog katakan itu.

    Allahu a'lam, mohon maaf kalau saya tersilap atau menyinggung perasaan sy tak bermaksud demikian.

    ReplyDelete
  3. @ ahmad : ke 1 :
    terima kasih kang ahmad yg telah mengirimkan coment diblog kami ini . langsung saja:

    masalah sayyid abdul wahab itu bin sulaiman atau bin abi bakar basyaiban , maka dua2-nya dimungkinkan utk salah satunya .

    anda bilang anda lebih pas dg pendapat habib yg dipekalongan bahwa abdul wahab bin sulaiman , itupun juga ga' ada masalah . kerna itulah jika berhubungan dg sejarah ratusan tahun silam .

    masalah hitung2 tahun yg anda sebutkan , dalam masa2 hidup dan wafatnya para saadah alawiyyin , harus nya memang seperti itu .tapi itupun masih tak lepas dari kalimat ' kira2 ' atau 'menurut' atau ' saya kira ' dll . krn pencarian sejarah masa lampau itu bukan idrooku syai'in bi syai'in , tp mengumpulkan dn menulis informasi tentang masa ratusan tahun yg sudah lalu yg bersumber dari ' menurut ' katanya ' dikatakan .

    dan itu harusnya ada tim yg selalu terus menerus mencari dan mencari tahu informasi seputar itu dg adil , subjective dan jauh dari sifat tafakh-khur . knp sy bilang spt itu ? ya karena hukum sudah jelas bhw sifat ma'shum hanyalah milik para nabi.anda pst bisa jabarkan sendiri itu . . .

    lalu kenapa jika disebutkan nama abdul wahab bin abu bakar basyaiban , langsung banyak yg sewot dan langsung menvonis tidak sah ?. apa alasan mereka ?

    ya karena nama itu tak tercatat dikitab nasab spt syams zahirah,itu kan ? mestinya jk terdapat satu nama yg tak tercatat dikitab nasab, itu ya harusnya membuat tim khusus utk meneliti keberadaan nama itu .tanpa batasan waktu .jangan sekali tak tercatat , langsung menvonis tanpa penelitian . atau bila perlu diadakan pembongkaran makam2 para saadah serta adanya tes DNA .. ada yg berani ? jd tak perlu main vonis-menvonis ( dlm hal ini anda bukan type org spt itu )

    anda hrs tahu , bagi sang pencari nasab masa dulu itu spt apa ?

    mestinya buat mereka2 ( penulis kitab nasab ) banyak waktu luang .bahkan biaya bahkan pula tak keberatan jika pergi keluar kota atau negara demi mencari dan mengumpulkan informasi seputar nama disilsilah nasab . ingat ! saat itu tak ada yg namanya HP dan kendaraan canggih spt saat ini . nah , adakah penulis kitab syams zahirah spt itu ? ..

    berlanjut >

    ReplyDelete
  4. ke 2

    lanjutan :

    atau yg pertama kali menulis sejarah basyaiban juga , habib umar , adakah beliau juga spt itu ? ataukah mereka2 itu hanya mencatat nama2 yg beliau dapatkan ditempatnya sendiri? , yaman atau india ? ( itupun tidak rata , krn dua negara itu sangat luas ) . sedang dimasa hidupnya sang penulis saja , itu sudah ratusan tahun sejarah lampau yg beliau tulis .

    dan juga dimasa sang penulis itu pula , para keturunan abi bakar basyaiban sudah menyebar kemana-mana. di yaman , india , philipine , malaysia dll . pertanyaannya adl :

    adakah keterangan bahwa sang penulis kitab nasab itu menginjakkan kakinya kenegara2 tempat menyebarnya para bani alawiyyin itu ? . sedangkan dalam kehidupa perindividu tiap 10 tahun saja sudah terdapat banyak perubahan . termasuk tentang istri , anak , tempat dll . nah coba jelaskan pada saya tentang semua ini ...

    sy lanjutkan lagi , bagi para kyai2 indonesia tempo dulu itu kebanyakan waktunya dipakai utk menyebarkan islam plus berjuang melawan penjajah ( itu hingga beliau2 wafat lo ) . lalu bandingkan dg para penulis buku nasab yg anda sebutkan td.siapa yg banyak wktnya utk cari tahu dan penelitian nasab ?? . itu saja anda bisa gambarkan . saya contohkan sekarang dg silsilah kuno yg dimiliki kebanyakan para kyai didaerah saya (ndresmo ) dan daerah jatim lainnya begini :

    sulaiman bin abdurrahman bin umar bin muhammad bin ahmad bin abu bakar basyaiban .

    nah , bagaimana menurut anda ? tanpa anda jwb-pun saya bisa tebak bhw nasab itu masih ada yg kurang (jika versi rabithah alawiyyah ).. ya kan ? lihat aja data dilembaga itu pasti terdapat -+ 4 nama yg kurang diurutan tersebut .

    lalu , apa yg dikatakan si pemilik silsilah itu yg sudah sejak leluhur tercatat spt itu ? tak akan mudah mereka menerimanya . bagi mereka tulisan kakek buyut mereka tak akan bisa digeser dg mudahnya dg tulisan2 dari rabithah atau apapun .rela kah seseorang lebih mempercayai statemen satu lembaga daripada kakek buyutnya sendiri ?

    lalu pertanyaannya lagi , kenapa para kakek moyang itu bisa mencatat silsilah mereka kok ada terdapat nama yg kurang ? jawabannya adalah :

    - beliau2 itu tak punya banyak waktu utk penelitian .
    - beliau disibukkan dg peperangan hingga wafat beliau
    - tak semua para ahlil bait yg hidupnya suka mencari info ttg nasabnya .
    - disibukkan dg mencari nafkah rumah tangga mrk atau berda'wah didaerahnya masing2.
    - keberadaan kitab2 nasab tempo dulu sangat terbatas yg memilikinya , tdk spt sekarang yg dg mudah mendapatkannya . jd informasi tentang penelitian atau kitab nasab tak sampai ketangan beliau2.

    nah , paling banter bagi saya dlm menvonis silsilah yg terlalu pendek hitungannya adal :

    dimungkinkan ( ingat ! dimungkinkan bukan pasti ) terdapat nama2 yg tak tercatat ( hilang ) . bukan langsung bilang : tidak sah ! ... nah , bisa jadi kasus seperti silsilah sayyid abu dzarrin juga seperti itu .

    tentang sejarah para penjajah mulai menguasai asia tenggara termasuk indonesia , di tahun 1512 keatas sudah terjadi peperangan , lihat sejarah syarif hidayatullah , sunan gunung jati )

    semoga balasan ini bisa menjelaskan uneg2 anda . dan tetap pada saling punya rasa persaudaraan dan silaturrahmi ..

    sekian balasan dari saya utk kang ahmad ...

    terima kasih

    abi alkhoir bin muh, nur rosul

    ndresmo

    ReplyDelete
  5. tambahan,, ada anak sayyid abu dzarrin yang bernama Shonif

    ReplyDelete

Post a Comment

setelah baca2 ... isi dong commentnya . ok ! kutunggu ya

Popular posts from this blog

KISAH NYATA MEYAKINKAN SILSILAH DG CARA SPIRITUAL

GUS 'UD ( kyai ali mas'ud )

Kisah Unik : Sayyid Arif segoropuro & Sayyid Sulaiman Kanigoro